Sunday, 27 January 2013

Eka Sakti on Youtube

Akhirnya saya mengaktifkan channel youtube dan mulai mengunggah video pertama saya di sini.



Sebenarnya, niatan buat ngeaktifin youtube itu ada semenjak punya hape xperia ray dan akan posting semua video yang direkam menggunakan xperia ray. Dan akhirnya baru tercapai sekarang.

Oke, silahkan menikmati video-video hasil rekaman hp xperia ray saya di youtube channel. Semoga menghibur. amin...

Friday, 11 January 2013

Album The Triangle

Mau coba review album The Triangle band indie asal Bandung. Ya... bukan review lah, kesannya canggih banget. Ini sih cuma celoteh ngaco tapi gak ngasal dari seorang penikmat musik biasa.

Berawal dari timeline, sebuah akun twitter ngetwit yang isinya link untuk mengunduh single How Could You dari Band The Triangle. Tanpa pikir panjang (karena menjunjung tinggi sikap "yang penting gratis") langsung saya download dan saya dengarkan. Begitu saya cari tau tentang lagunya, ternyata ini bandnya Riko Mocca yang baru dan ternyata lagu ini jadi OST. film Perahu Kertas dan saya tidak sadar kalo ada lagu ini di film tersebut. Pertama kali denger lagunya, enak dan sangking enaknya saya putar terus-menerus.
*note: saya tidak sedang dalam keadaan galau atau patah hati pada saat itu. Akhirnya saya pergi ke toko CD dan langsung membeli cdnya karena saya penasaran ingin mendengar isi keseluruhan lagu di albumnya.


Albumnya unik. ada segitiga yang semakin dalam semakin mengecil. Entah ada filosofi apa dalam segitiga yang mengecil tersebut. Gambar depannya keren, ada yang sedang menutup mata, tapi tolong jangan tutup mata kalian untuk melihat art work di dalamnya, gambarnya bagus-bagus! Saya suka sekali!

Masuk ke lagu pertama, Great Below. Lagu yang lumayan enak walaupun terlalu monoton dan hampir membosankan di awal, tapi diakhir menjadi berisik dengan hentakan drum dan bunyi terompet yang hingar bingar.

Moving On. Lagu yang cukup up beat, tapi saya rasanya sih biasa saja. Lewat gitu aja...

Shadow Fall. Wow, ini lagu jawara di album ini menurut saya. Lagu low tempo yang dibuka dengan dentingan gitar dan suara distorsi gitar. Atmosfir lagu ini beda deh enak banget. Progresnya enak dari menit ke menitnya. Lagunya lumayan panjang 5 menit lebih. Puas deh kuping dan jiwa saya denger lagu ini.

Tentang Kita. Satu-satunya lagu berbahasa Indonesia di album ini.  Lagunya enak. Tenang di awal dan hingar bingar di akhir lagu. Ini sih kayanya udah jadi ciri khas lagu-lagu di album ini dan bunyi-bunyian trompetnya ngebantu banget bikin lagunya jadi lebih enak.

Should I. Lagu super mellow di album ini. Menurut saya sih lagu paling boring di album ini. Entah hati sayanya yang lagi happy pas denger lagu ini jadi gak singkron atau memang lagunya yang boring.

One-Side Affair. Lagu down tempo yang sangat manis walau liriknya cukup miris dan saya sangat menikmati lagu ini. Bonus suara teteh Risa Saraswati.

Last Days. Lagu uplifting yang lumayan ngobatin kegalauan di 2 lagu sebelumnya, tapi liriknya miris juga nih, gimana dong? Ah bingung yang penting musiknya lumayan ceria.

How Could You. Lagu ini adalah cinta pertama saya sama Band The Triangle. Top lah!

Afternoon Bird. Salah satu lagu jawara di album ini. Intronya enak dan cukup mengejutkan karena lagu yang disangka slow-slow aja tiba-tiba menggebrak dengan musik yang berisik dan temponya cepat. Keren!

Tranquility of Solitude. Lagu penutup di album ini. Sebuah lagu instrumental gitar yang cukup oke.

Akhir kata, 3 lagu favorit saya di album ini adalah Shadow Fall, How Could You dan Afternoon Bird. Albumnya bagus, lirik-lirik lagunya manis tapi miris. Beberapa lagu memang cukup membosankan, tapi selebihnya saya suka lagu-lagu di album ini.

Posting Pertama di 2013

Helloo.... Selamat Tahun Baru 2013!!

Oke, tahun baru semangat baru, resolusi baru. Bagaimana resolusi tahun lalu? Kalau buat saya pribadi, 2012 menjadi tahun yang cukup baik untuk saya karena banyak pengalaman dan hal-hal yang saya harapkan terwujud dan banyak hal-hal baru yang saya rasakan.

Untuk mempersingkat tulisan saya buat list saja.
  • Menemukan hobi baru, yaitu hobi fotografi. Gak kebayang sebelumnya kalau saya jadi jatuh cinta banget sama dunia fotografi. Sebelumnya biasa-biasa aja, tapi semenjak gabung dengan komunitas fotografi android saya jadi tergila-gila pada dunia fotografi dan ingin menggali lebih dalam tentang fotografi.
  • Dari hobi fotografi, saya mendapat teman-teman baru! Nambah teman, tambah rezeki dan hidup saya tidak sekuper dulu lagi. Sekarang jadi hobi kuliner, hobi jalan-jalan, hobi hunting foto bareng. Seru!
  • Tahun 2012 saya mendapatkan pekerjaan baru yang pastinya lebih baik, lebih menantang dan jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah.
  • Mendapat pacar baru! Yeaaaaaaay... gue bukan jomblo lagi!
Harapan buat 2013, semoga lebih baik lagi... *klise* males mikir resolusi sih sebenernya. Yang pasti apa yang telah dicapai di 2012 bisa tetap dipertahankan di 2013 dan hal-hal yang belum kesampean di 2012 bisa terlaksana di 2013. Amin ......

Tuesday, 13 November 2012

Rumah Hantu di Konser Nishkala Sarasvati

Sedikit celoteh tentang konser launching album ke-2 Sarasvati dan buku terbaru Risa Saraswati, Mirror dan Maddah. Digelar malam Jum'at tanggal 1 november 2012 di Sabuga bertepatan dengan suasana Halloween, membuat konser ini benar-benar berbalut suasana mistis dan mencekam.

Konsep mistis memang sudah menjadi trademark Sarasvati, bagaimana tidak, buku Maddah dan album Mirror memang bercerita tentang kisah sahabat-sahabat Risa yang notabene makhluk halus. Seperti konser Mancawarna, sebelum masuk ke area panggung, penonton dipaksa untuk masuk dan menikmati 'Rumah Hantu' terlebih dahulu. Pada konser Nishkala ini rumah hantunya lebih seram dari pada konser Mancawarna. Saya sendiri benar-benar menikmati wahana rumah hantu ini.

Tahu tidak hei Risa (ya kali aja doi baca blog gue), suasana menyeramkan di konser Nishkala menjadi inspirasi saya membuat '#HorrorSeries' di instagram. Berbekal kamera standar di hape xperia ray, saya mengbadikan beberapa objek menyeramkan di rumah hantu Nishkala. Keterbatasan fungsi kamera, suasana indoor di malam hari serta pencahayaan yang minim membuat hasil jepretan saya tidak terlalu baik dan dipenuhi noise. Dengan sedikit teknik editing dari beberapa aplikasi image editor di android, gambarnya jadi sedikit lebih baik.

Berikut beberapa hasil jepretan saya tersebut.








Sebenarnya masih banyak wahana dalam rumah hantu tersebut yang saya abadikan lewat kamera xperia ray, namun sebagian besar fotonya tidak terlalu bagus.

Akhir kata, konser Nishkala ini benar-benar menjadi sebuah pengalaman konser yang sangat seru dan berkesan. Bisa dibilang semua seni ada disini mulai dari musik, teater sampai visual art disajikan dengan sangat serius dan indah. Top markotop untuk konser Nishkala Sarasvati ini.

Saturday, 29 September 2012

Xperia Ray Photography

Some of my pics that shoot and edit using my xperia ray.

Beautiful scenery at Salem Brebes, Indonesia

VW Beetle

Dandelion in nature background

Ricefields and Saung

Parenting, father and son

Levitation, floating body

Old beggar at Merdeka Bandung

Bandung Blues Society

HDR Bethel Cathedral

Pickaboo!!
For complete and update pic, follow my instagram @eka_sakti or my Streamzoo. Thanks :)

Friday, 10 August 2012

Album Kedua Sarasvatī Adalah Album Terakhir?


Sumber: Profile Picture FB Risa Saraswati

Beberapa twit terakhir dari Risa Saraswati sempat membuat saya kaget dan haru. Isi twitnya seperti ini : 


Klik link artikelnya, bacalah dan diakhir artikel akan ada tulisan seperti ini :

Ya, album kedua Sarasvati mungkin adalah album terakhir dari Sarasvati! Entah mengapa tercetus kalimat itu dari Risa yang jujur membuat saya sebagai fansnya Sarasvati benar-benar kecewa. Seperti membangkitkan luka lama saat Risa keluar dari Homogenic, masih ingat dengan status FB-nya "Panggung itu bukan milik saya lagi" :(

Entah apa yang terjadi dengan Sarasvati sehingga memberi kabar bahwa album kedua yang sedang digarap adalah album terakhir. Bukan bermaksud bergosip, tapi mungkinkah terjadi hal-hal yang tidak enak di tubuh Sarasvati dalam proyek album ke dua ini sehingga Risa akhirnya menakdirkan bahwa Sarasvati hanya cukup sampai 2 album saja?

Takdir sudah ditentukan, tetapi takdir bukan merupakan sesuatu yang kekal dan mungkin suatu saat Sarasvati akan menarik ucapannya dan tetap berkarya sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Bisa jadi Sarasvati akan bubar dan Risa akan membuat sebuah proyek baru, hanya Risa yang tahu.

Wednesday, 13 June 2012

Genso Suikoden: Celtic Collection

Saya suka game rpg ala-ala genso suikoden dan saya suka musik celtic ala-ala band lunasa atau chieftain. Apa jadinya jika mereka bersatu? Surgaaaaa :))

Soundtrack game suikoden series dibuat dalam versi celtic instrumental dalam album Genso Suikoden Celtic Collection yang saat ini sudah 3 volume. Sumpah gila seneng banget begitu nemu album ini. Dari beberapa volume, saya paling suka album volume pertama. Pas denger albumnya sampe abis, saya ngerasain sesuatu yang aneh, perasaan senang, terharu, gembira campur aduk dan sulit diungkapkan kata-kata. Bayangin, disatu sisi kuping lo nikmatin banget lagu-lagunya yang super enak dan disisi lain memory indah tentang game suikoden yang lo maenin di masa lalu menyeruak datang lagi di kepala lo. Bahagia rohani banget tau ga sih..  *maap sedikit lebay tapi memang begitu adanya*.

Game suikoden yang pernah saya maenin itu suikoden 2, jaman suikoden 1 saya belom punya PS, cing.. cuma tau dari temen yang maenin, dan pas saya punya PS mau minjem cdnya hilang dan parahnya gamenya langka saat itu. Di album Genso Suikoden Celtic Collection, beberapa lagu dari game suikoden 1, 2 dan 3 di remake ulang dibikin versi celtic-nya dan semuanya enak.


Tracklist:
Little Duck (Genso Suikoden III) (03:21)
 
A Chill Wind (Genso Suikoden III) (04:50)
Salah satu lagu favorit saya. Perpaduan beberapa biola, choire dan gendang (apa ya?) membuat lagu    yang notabene slow ini keren! Diakhir akan ada hentakan drum dan ditutup dengan sesuatu yang sangat klop (hallah... bingung bahasanya).
 
Distant Mountain (Genso Suikoden) (03:55)
 
Main Theme (Genso Suikoden) (04:45)
Lagu yang paling membawa saya ke masa lalu, soalnya sering banget denger tune nya digame suikoden. Memorial sekali! Di remake menjadi lebih melankolis bikin suasana jadi haru. Serius.....
 
Shining Grassland (Genso Suikoden III) (04:55)
 
Mysterious People (Genso Suikoden III) (04:24)
 
An Old Irish Song (Genso Suikoden) (04:11)
 
To The Sealed Land (Genso Suikoden III) (05:22)
 
Journey (Genso Suikoden III) (04:17)
Dibuka dengan suara bagipipe yang kemudian hilang berganti dengan alunan manis drum, piano, biola dan suling. Jangan terbius, suara bagipipe akan muncul kembali dan menghentak telinga.

Children Are Playing In The Fields (Genso Suikoden II) (03:58)

Carried On Rippling Waves (Genso Suikoden II) (04:53)
Lagu favorit saya di album ini dan lagu yang paling bisa saya mainkan pake Tin Whistle kunci D saya. Easy listening, insturmen gitar dan sulingnya yang sederhana benar-benar membuat rileks.
 
If You Listen Carefully (Genso Suikoden II) (02:54)